Gubuk Mirza

Mari menari kata dan senyum ceria ... semangat datang di GubukSaya

Hujan yang berpendar

›
berbotol angan tertandas di atas meja perjamuan lelaki mabuk kenangan mimpi hilang pegangan dan kutitipkan separuh sadar pada hujan yang ber...
2 komentar:

Parade Kata

›
Parade kata meriah Tetabuh hujan memerah Senja perlahan gairah Sambangi ufuk jejari Mari bermabuk kata Hingga lesap semesta derita Sampai ha...

Chocolate Almond

›
sealur kenangan melenting di dinding hati terbayang kita, chocolate almond, dan musim bersemi
1 komentar:

hanya sepi

›
Pernahkah kau rindukan rebah hujan merinai indahnya sunyi lalu kau resapi luka terbasuh derita jiwa luruh di tubir waktu sepi. Hanya sepi ka...

Bunga Rindu

›
Ada setangkai berwarna biru Tertinggal di teras matamu (untukmu segala rasa. berlembar airmata. tertuang di mata pena)

lembar kenangan

›
Rinai air mata basahi lembar kenangan, enggan membasuh sepasang hati lusuh meruah aroma luka hati yang terseret derap hari tanpa jeda sepasa...

[Rumah sajak]

›
Rumah itu mungil - nyaman Tanpa pagar Dan pintu selalu terbuka sambut ziarah para penyair Tapi aku hanya termangu Mengintip dari balik jende...

Sebuah Musim Tanpa Warna

›
Sebuah musim tanpa warna Himpit waktu adalah penjara Gelagap jiwa yang terhempas Ke dasar lelap Menguar aroma sepi Dari lipatan luka hati Ya...
›
Beranda
Lihat versi web

Hanya Saya

Foto saya
Hanya Mirza
kata tertutur, dari lidah seorang pegawai negeri, yang mencoba memaknai, lembut denting irama hidup. Sila menilik, jangan takut. saya harap sebuah kritik, agar angkuh tak merajai hati. bila berkenan, tinggalkan jejakmu di sini. mari mari, waktu tak kan menunggu sesiapa yang terpaku ....
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.